Selasa, 09 Juli 2013





Belajar Tai Chi, ‘meditasi dalam gerak’

( Latihan 37 Yang Style Tai Chi Chuan )




Pada awal tahun 2013 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan Tai Chi secara intensif selama 4 hari. Pelatihan ini merupakan kesempatan dan pengalaman yang berharga bagi saya. Saya ingin sedikit sharing pengalaman tersebut, siapa tahu bisa memberikan manfaat bagi yang lain.


Tai Chi : untuk bela diri dan kesehatan

Pada tahun 80-an, banyak anak-anak dan remaja di Indonesia yang menjadi penggemar cerita silat Kho Ping Hoo. Berbagai tokoh dan judul yang terkenal antara lain Bu Kek Siansu, Suling Emas, Suma Han, Pendekar Pulau Es dll. Selain buku, pada jaman itu beredar juga 3 serial video silat yang terkenal yaitu:
-    Sin Tauw Eng Hiong (Legenda Pendekar Pemanah Rajawali, The Legend of The Condor Heroes) dengan Kwe Ceng sebagai tokohnya,
-    Sin Tiauw Hiap Lu (Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali, Pasangan Pendekar Rajawali Sakti, The Return of the Condor Heroes) dengan Yo Ko sebagai tokohnya,
-    To Liong To (Kisah Membunuh Naga, Kisah Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga, Heavenly Sword and Dragon Sabre) dengan Thio Bu Ki sebagai tokohnya.
Di dalam serial To Liong To, terdapat cerita di mana Thio Bu Ki (Zhang Wuji) belajar ilmu silat  Tai Chi dari kakek gurunya, Thio Sam Hong (Zhang San Feng), pendiri perguruan Butong Pai di pegunungan Wudang. Saat itu dalam keadaan krisis, Butong Pai diserang oleh banyak ahli silat tingkat tinggi, sementara Thio Sam Hong dalam keadaan terluka dalam akibat serangan licik.  Thio Sam Hong kemudian mengajarkan Tai Chi, ilmu silat ciptaannya, kepada Thio Bu Ki secara kilat. Dengan ilmu yang baru dipelajarinya tersebut, Thio Bu Ki berhasil mengalahkan ahli-ahli silat tingkat tinggi.
Film kedua terkait Tai Chi yang saya lihat adalah film  Tai Chi Master (produksi tahun 1993) yang diperankan oleh Jet Li. Dalam film tersebut Jet Li (yang berperan sebagai Thio Sam Hong) merasa sedih karena teman seperguruannya yang berilmu tinggi menjadi jendral yang jahat. Di dalam kesedihannya dia ‘membuang’ semua ilmunya dan menjadi ‘gila’. Di dalam kegilaannya dia menemukan ilmu Tai Chi yang dapat mengalahkan ilmu silat jendral tersebut.
Kalau membaca buku dan melihat film di atas, Tai Chi tampaknya lebih dikenal sebagai ilmu bela diri. Namun pada masa sekarang, Tai Chi banyak juga dikenal sebagai senam untuk kesehatan. Beberapa penelitian dan pernyataan masyarakat menyebutkan bahwa latihan Tai Chi secara intensif dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan lainnya. Latihan Tai CHi dapa menurunkan stress dan meningkatkan kesehatan.
Style (Gaya) dan Form (Jurus) Tai Chi
Pada hari Sabtu atau Minggu pagi di senayan, monas atau BSD, kerap kali kita melihat ada kegiatan senam yang menggunakan gerakan-gerakan Tai Chi, kadang disebut Senam Tera. Kita bisa juga mendownload video latihan Tai Chi dari Youtube, namun tetap terasa sukar mengikuti tanpa ada yang melatih. Belum lagi adanya perbedaan gaya atau jurus, ada yang 8, 16, 37 dsb, membuat kita bingung harus mulai dari mana.
Berdasarkan info dari Wikipedia, Tai Chi ( Taichi, Tai Chi Chuan, Taiji, Taijiquan, Tai Ji Juan) ada 5 gaya (style) utama yaitu Yang-style, Wu-style, Chen-style, Sun-style, dan Wu/Hao-style. Urutan tersebut menunjukkan popularitas (berdasarkan jumlah praktisinya), jadi Yang-style disebutkan sebagai style atau gaya yang paling popular. Sedangkan urutan berdasarkan tahun kelahiran penciptanya adalah Chen (1580), Yang (1799), Wu/Hao (1812), Wu (1870) dan Sun (1861). Ada beragam jumlah jurus (form) Tai Chi, mulai dari 4 s.d. 229 Jurus. Jurus aslinya (tradisional/ortodok) biasanya berjumlah 88 sd 108 jurus. Untuk memudahkan orang belajar dan untuk keperluan pertandingan maka dibuat jurus-jurus yang lebih sedikit seperti 8, 16, 24, 37, 42 jurus dsb. Penekanan belajar Tai Chi bisa hanya untuk meditasi dan kesehatan atau juga bisa untuk pertarungan / bela diri (martial art) sebagai bagian dari Wushu.
Belajar Tai Chi

Pada awal tahun 2013, saya mendapatkan rekomendasi tentang adanya pelatihan Tai Chi yang diadakan oleh pengajar yang bagus. Saya kemudian menerima e-mail berupa brosur tawaran pelatihan intensif “Latihan 37 Yang Style Tai Chi Chuan”. Gurunya adalah Bp. Handaka Tania dari Perguruan Alam Semesta. Pelaksanaannya 4 hari (Kamis pagi sd Minggu siang, pas ada libur kejepit) di Puncak, Bogor. Saya browing di internet, ada artikel Jakarta Post terkait Tai Chi dan guru Handaka Tania berjudul ‘Meditation in motion’  - ‘meditasi dalam gerak’ di http://www.thejakartapost.com/news/2009/09/02/meditation-motion.html
Saya pikir kalau saya tidak meniatkan ikut pelatihan ini, sukar mencari waktu lagi dan mencari pelatih yang ‘recomended’. Maka saya memutuskan untuk mendaftar pelatihan tsb.
Style (gaya) yang akan dipelajari di pelatihan perguruan Alam Semesta nanti adalah Yang-Style 37 Jurus. Gaya ini ‘diciptakan’ (penyingkatan dari Yang-style) dan dipopulerkan oleh Prof Cheng Man Ching di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya di luar China. Jurus ini sering disebut Yang-Style Short Form (Gaya Yang Jurus Singkat / Pendek) dengan ciri-ciri :
  • Mengurangi pengulangan-pengulangan di Yang-Style Long Form (108 Jurus)
  • Memerlukan waktu latihan sekitar 10 menit (dibandingkan Yang-Style Long Form yang memerlukan waktu latihan 20-30 menit)
  • Tangan dan pergelangan tangan lebih terbuka dan rileks 
  • Postur jurusnya tidak selebar Yang-Style
  • Pentingnya momentum perpindahan antar jurus (berputar dan berbalik / kembali)
Pada Kamis pagi saya sampai ke tempat pelatihan yang digunakan oleh perguruan Alam Semesta di Puncak. Setelah para peserta berkumpul, dilakukan acara pembukaan dan pembagian buku serta penjelasan jadwal latihan. Peserta pelatihan ini beragam, pria dan wanita, mulai yang berumur 30-an sampai 60-an, ada yang sedang sakit, ada yang belum pernah ikut Tai Chi namun juga ada yang pernah mengajar Tai Chi. Saya sempat kawatir juga melihat jadwal latihannya (namanya juga latihan intensif) : Kamis siang sd malam, Jum’at dan Sabtu mulai jam 4 pagi sd jam 10 malam dan Minggu pagi sd siang. Kalau saya hitung, pada hari Jum’at dan Sabtu total latihannya sekitar 10 jam setiap harinya. Padahal saya jarang berdiri terus menerus lebih dari 1 jam, paling saat mengikuti upacara atau (menemani) belanja…
 
Pada Kamis siang, suhu Handaka Tania memberikan penjelasan mengenai apa itu Tai Chi, apa itu Tai Chi Yang-Style khususnya yang 37 Jurus,apa manfaat Tai Chi dsb. Salah satu kalimat favorit saya dari Suhu adalah bahwa “Tai Chi adalah meditasi dalam gerak”. Suhu menjelaskan bahwa berlatih Tai Chi akan menyelaraskan energi (chi) sehingga pikiran relaks, tidur lebih nyenyak, tulang lebih padat, serta tubuh menjadi sehat. Suhu Handaka Tania memiliki pengalaman mengajar yang lama dan memiliki pengetahuan luas mengenai Tai Chi maupun ilmu silat dan ilmu pernafasan lainnya seperti Wushu. Suhu juga pernah ke China untuk memperdalam ilmunya. Saat mengajar, peserta diterangkan dan dipraktekkan mengenai inti dari latihan Tai Chi, seperti ‘sung’ atau ‘song’, maksud jurus-jurus Tai Chi, kaki mana yang ‘isi’ dan kaki mana yang ‘kosong’ dsb, agar gerakan Tai Chi lebih tepat dan mengalir. Suhu Handaka juga memberikan pesan-pesan agar kita rendah hati dan tenang, memberikan contoh2 dengan cerita dan lainnya
 
Suhu Handaka kemudian mulai mengajarkan jurus-jurus Tai Chi Chuan 37 Yang Style.



Suhu dan para kakak seperguruan (lihat foto) mengajar dengan penuh motivasi dan kesabaran… jurus demi jurus di ulang… dari siang … malam … pagi … siang … malam …terus….
Jurus demi jurus taichi dilatih dan diulang : mulai dari persiapan… i pei se (persiapan gaya) …lan chie wei (memegang ekor burung pipit) yang terdiri dari peng, li, chi, an … tan pien (pecut tunggal)… pai he liang che (bangau putih membentangkan sayap)… chin chi tu li  (ayam emas berdiri dengan satu kaki) … you fen ciao (tendangan kaki kanan) …yin shou (tangan awan)… sampai akhirnya, syukurlah, jurus terakhir : he thai chi (penutupan tai chi)
Para murid senior Suhu, yaitu kakak seperguruan kami (Pak Leo, Pak Tjong Sen, Pak Gatot, Pak Pudjo, Bu Silvi, Pak Hok Liang, Pak Cheng Fi dll) memimpin pelatihan dengan serius namun ramah. Peserta diberikan latihan gerakan dengan contoh di mana para murid senior berada di depan, di samping kanan dan kiri, di belakang peserta sehingga peserta bisa melihat semua gerakan dengan baik. Juga para murid senior langsung memperbaiki kesalahan para peserta di lapangan. Sejak awal ditekankan gerakan yang benar, seperti kuda-kuda yang benar, postur tubuh yang tegak, gerakan yang lembut dan mengalir, pernafasan dll. Latihan dilakukan berulang-ulang dan bertahap, jurus per jurus sehingga peserta bisa menyerap dengan lebih mudah.
 
Pada malam hari pertama dan kedua, tubuh saya terasa sakit semua. Kaki, paha, lutut, betis dan punggung terasa pegal, sulit bergerak, maklum saya bukan orang yang sering berolah raga. Tapi ternyata benar seperti yang dikatakan pelatih, pada hari ke-3 dan ke-4 yaitu Sabtu dan Minggu, pegal-pegal malah berkurang dan badan terasa lebih segar.

Di dalam latihan ini, peserta diberikan kebebasan dan kesempatan untuk menjalankan ibadahnya masing-masing, tidak ada ‘indoktrinasi’ atau pesan-pesan yang ‘mengganggu’. Sebagai contoh saat acara meditasi selama 30 menit setiap pagi, diajarkan bahwa kita harus relaksasi dan memusatkan pikiran ke suatu hal yaitu pernafasan kita, tapi peserta juga dipersilahkan bila di dalam meditasi memusatkan pikiran pada berzikir atau mengingat Tuhannya masing-masing.

Pada minggu pagi, selesailah pelatihan Tai Chi ini. Para peserta sudah menguasai gerakan-gerakan Tai Chi Yang-style 37 jurus. Banyak yang sudah hafal, ada yang masih agak-agak lupa (termasuk saya), tapi paling tidak, semuanya sudah memahami jurus-jurus dan gerakannya sehingga bisa dilatih lebih lanjut (syukurlah diberikan VCD latihan…). Para peserta dan pelatih kemudian melakukan latihan Tai Chi bersama di luar ruangan dengan latar belakang pemandangan gunung yang indah, foto bersama  dan penyerahan sertifikat (lihat foto) … Para peserta pulang dengan badan dan semangat yang lebih segar....
   
Oh iya, satu hal lagi yang menarik di pelatihan ini adalah adanya peragaan ‘kelembutan bisa mengalahkan kekerasan’. Di antara peserta ada yang sudah lama berlatih kungfu dan sejenisnya, kemudian dilakukan peragaan : saat badan suhu Handaka berdiri dengan keras / kuat / kaku, dan peserta tadi mendorong badan suhu dengan keras, maka badan suhu Handaka gampang terdorong....namun saat suhu Handaka posisi tubuhnya lunak (istilahnya dalam keadaan ‘sung’ atau ‘song’, rileks tidak keras), kita coba dorong dengan sekeras-kerasnya tapi tidak dapat kita menggesernya..... Tai Chi yang gerakannya lembut menyimpan kekuatan yang  dahsyat... Yah, memang tampaknya kita belum akan bisa sejago Thio Bu Ki atau Jet Li (hehe...)... namun setidaknya latihan ini telah memberikan manfaat besar bagi para peserta untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kesegaran tubuh...

Info lebih detil tentang Tai Chi bisa dilihat di https://en.wikipedia.org/wiki/T'ai_chi_ch'uan
dan yang dalam bahasa Indonesia di  https://id.wikipedia.org/wiki/Taijiquan ; tentang Tai Chi Yang-style 37 Jurus bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Cheng_Man-ch'ing .
Ingin informasi lebih lanjut mengenai belajar taichi atau wushu silakan hubungi perguruan Alam Semesta : Alam Semesta, Jl. Raden Saleh No. 28, Depok, Tel: (021) 7700279 atau email Bp. Djoko di jokoleo@yahoo.com dan Ibu Gita di narumimargareta7@gmail.com
Sampai di sini sharing pengalaman ini…semoga bermanfaat….




 



4 komentar:

  1. Pak Dwi apa kabar ? Sudah lama ga ketemu. Kalau sempat mampir ke Padepokan , di Depok.
    Btw, terima kasih atas tulisannya yg sangat informative.
    Salam Taichi
    Suhu Handaka

    BalasHapus
  2. Kalo saya mau private taichi dirumah saya bisa gak ya?
    Thx

    BalasHapus
  3. Kalo saya mau private taichi dirumah saya bisa gak ya?
    Thx

    BalasHapus